headerphoto
Tanya Jawab UN
Jum`at, 8 Juni 2012 21:05:37 - oleh : priyono

 Kata Pengantar


 

Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian

kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam

kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib m elakukan penilaian selama dan setelah

proses pembelajaran suatu kompetensi dasar atau standar kompetensi.

 

Ujian Nasional (UN) diselenggarakan dengan tujuan antara lain untuk mengukur

pencapaian standar kompetensi lulusan peserta didik secara nasional, sebagai hasil

dari proses pembelajaran dan  sekaligus untuk memetakan tingkat pencapaian hasil

belajar siswa pada tingkat sekolah dan daerah.

 

Rapat Panitia Kerja UN DPR dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemdikbud) telah menyepakati dan memutuskan bahwa UN 2012 akan

dilaksanakan dengan menggunakan formula gabungan antara nilai

sekolah/madrasah dan nilai UN, sebagaimana sudah diterapkan pada tahun 2011. 

Ini adalah suatu keputusan politik yang telah ditetapkan. Artinya, secara politis

persoalan ada-tidaknya UN pada 2012 sudah terjawab. 

 

Mengapa perlu suatu keputusan politik? Sebagai sebuah kebijakan publik yang

menyentuh kepentingan rakyat banyak, keputusan politik menjadi hal yang penting.

Dengan keputusan politik ini diharapkan, persoalan ada atau tidak ada UN tidak lagi

manjadi bahan perdebatan yang berulang setiap  tahun, sehingga menghabiskan

energi yang tidak perlu. Sudah waktunya evaluasi terhadap UN bukan lagi terletak

pada perlu atau tidaknya UN, tapi pada masalah yang lebih substansial, yaitu

bagaimana meningkatkan mutu penyelenggaraan dan memanfaatkan hasil UN

dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh tanah air.

Peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan merupakan tuntutan yang

mendesak, dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu SDM bangsa, yang

sangat diperlukan di era globalisasi saat ini, dengan persaingan yang semakin ketat. 

 

Buku Tanya Jawab ini disusun untuk memberikan gambaran secara lebih gamblang

dan utuh kepada masyarakat luas, terutama semua pemangku k epentingan

(stakeholders) pendidikan tentang maksud, tujuan, dan penyenggaraan UN. Melalui

buku ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh pemahaman secara lebih

merata tentang pelaksanaan UN tahun 2012. 

 

Buku ini disusun atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemdikbud) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku

penyelenggara UN. 

 

Masukan dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini di masa depan

sangat diharapkan. Semoga kehadiran buku ini bermanfaat dalam perjuangan kita

bersama mencerdaskan kehidupan bangsa! 


                             


 



 

 TANYA JAWAB PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL


 

 


 1.  Apa dasar hukum pelaksanaan UN? 


 


a.  Undang-Undang  No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,


Pasal 58 ayat (2): “Evaluasi pes erta didik, satuan pendidikan, dan

program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala,

menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar

nasional pendidikan”. 


b. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan.  

-  Pasal 63 ayat (1): Penilaian pendidik an pada jenjang pendidikan dasar


dan menengah terdiri atas: 


a. penilaian hasil belajar oleh pendidik; 

b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan 

c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. 


 

-  Pasal 66 ayat (1): Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian

kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu

dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan

dilakukan dalam bentuk Ujian Nas ional. 


 

-  Pasal 66 ayat (2): Ujian Nasional dilakukan secara obyektif,


berkeadilan, dan akuntabel. 


-  Pasal 66 ayat  (3): Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu


kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. 


 

-  Pasal 68:  Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai salah satu


pertimbangan untuk: 

a.  pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; 

b.  dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berik utnya; 

c.  penentuan kelulusan peserta didik dari program  dan/atau satuan


pendidikan; 


d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan


dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidik an. 


 

-  Pasal 69 ayat (1):  Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar


dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak

mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum

dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. 


 


Draf-revisi 20 Desember 2011


 



 

 -  Pasal 69 ayat (2):  Setiap peserta didik sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. 


 

-  Pasal 69 ayat (3): Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti


Ujian Nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Badan

Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 


 


c. Peraturan Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Repulbik Indonesia


Nomor 59 tahun 2011 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari

Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah dan

Ujian Nasional.  


2.  Apa tujuan penyelenggaraan UN? 


 

UN bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada

mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan

dan teknologi. 

 


3.  Benarkah hasil UN dijadikan satu-satunya faktor penentu  kelulusan? 


 


Tidak benar jika anda anggapan bahwa hasil UN dijadikan satu-satunya

faktor penentu kelulusan adalah tidak benar. Kriteria kelulusan peserta didik

dari satuan pendidikan adalah:  (a) menyelesaikan seluruh program

pembelajaran; (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk

seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: (1) kelompok mata pelajaran agama

dan akhlak mulia; (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

kepribadian; (3) kelompok mata pelajaran estetika, dan (4) kelompok mata

pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; (c) lulus ujian sekolah untuk

kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (d) lulus ujian

nasional. 

 

Sejak tahun 2011 dengan telah ditetapkannya formula baru, nyata sekali

bahwa hasil UN  bukan satu-satunya faktor  penentu kelulusan peserta didik

dari sekolah/madrasah.

 


4.  Mengapa ditetapkan formula baru dalam penentuan kelulusan UN?


 

Penetapan dan pemberlakuan formula baru dimaksudkan untuk memenuhi

harapan dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat: supaya UN tidak

memveto kelulusan siswa, ikut mempertimbangkan komponen proses dan

hasil penilaian guru, dan mengembangkan suasana yang lebih kondusif  bagi

peserta didik dalam menghadapi ujian dan bagi terwujudnya hasil ujian

nasional yang kredibel dan objektif, yang sangat diperlukan dalam rangka

pemetaan mutu, perumusan kebijakan, fasilitasi dan pemberian bantuan

kepada sekolah dan daerah, dalam rangka  peningkatan dan pemerataan

mutu pendidikan.

 


 



 

 

 


5.  Bagaimana bentuk formula UN 2012?


 

Formula baru UN 2012 memberi pembobotan 40% untuk nilai

sekolah/madrasah dan 60% untuk nilai UN. Nilai sekolah/madrasah diperoleh

dari  gabungan antara nilai ujian sekolah/madrasah dan nilai rata-rata rapor:

a.  untuk SD/MI dan SDLB semester 7 (tujuh) sampai dengan 11 (sebelas);

b.  untuk SMP/MTs, dan SMPLB semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima); 

c.  untuk SMA/MA dan SMALB semester 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima); 

d.  untuk SMK semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima); 

dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M  dan 40% untuk nilai rata-rata

rapor. Nilai gabungan ini selanjutnya disebut nilai sekolah/madrasah (NS/M),

yang ikut diperhitungkan dalam penentuan kelulusan UN.

 


6.  Bagaimana dengan kelulusan peserta didik dalam UN?


Kelulusan peserta didik dalam UN ditentukan berdasarkan nilai akhir (NA),

yang diperoleh dari nilai gabungan antara nilai sekolah/madrasah (NS/M)

pada mata pelajaran yang diujinasionalkan dan nilai UN (murni).

Pembobotannya 40% untuk NS/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan

dan 60% untuk nilai UN.

Peserta didik SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan

lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA mencapai paling rendah 5,5

(lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat

koma nol).


 


Untuk memasang posting ini pada blog/web Anda

Copy&paste script berikut:

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Info UNAS" Lainnya

: $rightside; $leftside = !isset($leftside) ?