headerphoto
Menjemput Ide untuk Menulis
Jum`at, 8 Maret 2013 07:56:12 - oleh : admin

Menjemput Ide untuk Menulis

 

Menulis pada hakikatnya merupakan kegiatan menuangkan ide atau gagasan ke dalam bentuk dan bahasa tulis. Bagi sebagian orang menulis memang menjadi hal yang mudah. Namun, bagi sebagian yang lain, bisa jadi menulis menjadi sesuatu yang sangat susah. Alasan yang sering dilontarkan adalah tidak punya ide atau sulitnya menemukan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan. Sesungguhnya, ide bukanlah sesuatu yang harus ditunggu, tapi justru sesuatu yang harus dijemput, didatangkan, dicari, bahkan dikejar. Lalu, apa upaya yang dapat dilakukan untuk menjemput ide itu datang kepada kita? Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya mendatangkan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan.

1.   Memperkaya diri dengan membaca

Membaca dan menulis diibaratkan seperti dua sisi mata uang. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Menulis membutuhkan membaca dan begitu pula sebaliknya, membaca membutuhkan menulis. Kegemaran membaca akan membekali wawasan dan pengetahuan yang luas kepada seorang untuk menulis. Dengan membaca, hal-hal baru diperoleh dan munculnya ide baru pun sangat memungkinkan. Agar materi yang dibaca tidak mudah menguap, bila perlu catatlah poin-poin penting dari bahan bacaan yang sudah dibaca. Catatan-catatan tersebut akan menjadi referensi dalam menemukan gagasan baru yang akan ditulis. Di samping itu, dan barangkali sudah menjadi hukum alam, bahwa orang yang banyak membaca lama-kelamaan akan muncul keinginan untuk menulis. Hal ini bisa dianalogikan dengan orang yang banyak memasukkan makanan, lama kelamaan ingin mengeluarkannya. Nah, bila demikian, bila memang kita (Anda) ingin bisa menulis, mengapa masih enggan membaca? Membacalah mulai dari sekarang, mulai dari membaca kitab suci sampai membaca kertas bungkus tempe atau bungkus kacang.

2.   Memperhatikan hal-hal di sekitar

Jangan pernah abaikan segala hal yang terjadi dan yang ada di sekitar. Hal-hal tersebut merupakan sumber gagasan untuk menulis. Coba perhatikan dan rasakan sejuknya udara pagi hari, indahnya kicauan burung, perhatikan pula aktivitas pagi yang mulai menggeliat. Catatlah apa yang dilihat dan rasakan, kelak bisa saja hal-hal tersebut menjadi benih ide tulisan. Orang-orang, binatang, alam bisa menjadi sumber inspirasi untuk karya fiksi dengan latihan dan sedikit imajinasi. Hal-hal sekitar yang harus diperhatikan tentunya bukan hanya hal-hal yang baik dan indah saja, tetapi juga hal-hal yang bisa jadi kurang menyenangkan, seperti ketidakadilan, teman yang tukang usil, masalah banjir, sampah, dan sebagainya.

3.   Melihat ke dalam hidup pribadi.

Sumber gagasan lainnya adalah hidup kita (Anda) sendiri. Kita dapat memulai menulis dengan menceritakan dirinya sendiri. Mulai dari hal yang remeh-temeh, seperti menceritakan mengenai kelahiran, arti nama, mengapa orang tua memberikan nama tersebut, dan lain sebagainya. Bisa juga menulis mengenai pengalaman pribadi yang menyedihkan, menyenangkan, bahkan memalukan. Hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita dapat menjadi sumber ide yang tidak ada habisnya. Misalnya seorang guru bisa menulis mengenai pengalaman mengajar, pengalaman dengan siswa, mengapa ia menjadi guru, dan sebagainya.

Dari uraian tersebut terlihat bahwa ide bisa didatangkan, bahkan ada yang sesungguhnya sudah lekat dengan diri kita sendiri. Lantas tunggu apa lagi? Jemputlah ide Anda dan mulailah menulis. Salam. (source: http://bektipatria.wordpress.com/)

 



Untuk memasang posting ini pada blog/web Anda

Copy&paste script berikut:

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini Sekolah" Lainnya

: $rightside; $leftside = !isset($leftside) ?